Friday, January 3, 2014

99% Warga Afrika Bayar Pajak Secara Online

Di negara-negara Eropa, Asia, hingga Afrika saat ini sebagian besar warganya sudah melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajaknya melalui internet. Bagaimana dengan di Indonesia? Direktur Teknologi Informasi Perpajakan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Iwan Djuniardi mengatakan Ditjen Pajak sejak 2004 sudah menerima sistem perpajakan melalui internet atau E-Filing namun masih melalui pihak ke tiga. Namun 2011, Ditjen pajak membangun sistem E-Filing sendiri.

"Namun penyetoran pajak melalui e-Filing ini masih minim, sebagian besar masih dilakukan perusahaan besar, tetapi persentasenya juga tidak banyak yakni hanya 0,6% saja," ungkap Iwan dalam Acara 'Ngobrol Santai' di Ditjen Pajak Jl Gatot Subroto.

Iwan mengakui sementara untuk pelaporan SPT Pajak orang pribadi masih 0% karena baru akan diterapkan pada 2014. "Tapi kalau pajak pribadi masih 0%," ujarnya. Iwan mengatakan jika dibandingkan dengan negara tetangga yakni Malaysia, Indonesia masih tertinggal jauh, apalagi dengan Afrika Selatan dimana 99% wajib pajaknya sudah melaporkan SPT nya melalui internet.

"Di Malaysia 60% perusahaan dan 40% wajib pajak pribadi melaporkan pajaknya melalui e-Filing, bahkan di Afrika Selatan 99% perusahaan dan 94% wajib pajak badan melaporkan pajaknya melalui internet, padahal jika dibandingkan dengan Indonesia pengguna internet di Afrika Selatan hanya 17% sementara di Indonesia sudah mencapai 24%," ungkapnya.

Iwan mengungkapkan dengan makin mudahnya rakyat yang wajib bayar pajak untuk mendaftar npwp secara online, maka akan membuat negara akan semakin maju.

No comments:

Post a Comment